Selasa, 03 Februari 2015

Rencana Bekerja Setelah Menjadi Sarjana


Berdasarkan pengalaman, kebanyakan dari kita bingung apa yang harus dilakukan setelah lulus universitas. Setuju atau tidak, empat tahun (atau lebih) berada di lingkungan kampus tidak selalu membuat kita tahu apa yang ingin kita lakukan. Lebih buruk lagi jika Anda tidak banyak berkecimpung dalam kegiatan organisasi ataupun ekstrakurikuler. Semakin sedikitlah hal yang Anda ketahui. Biasanya pilihan ada dua. Satu adalah menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, sementara kedua adalah mencari pekerjaan untuk menyambung hidup.

Jika anda sudah tahu yang anda mau dan memilih pilihan pertama (bahkan sudah merintisnya sebelum lulus), kita ucapkan selamat. Anda mungkin sudah mengukir jalan sendiri menuju kesuksesan. Lalu, bagaimana jika Anda belum punya persiapan sebagus itu? Mencari lowongan kerja adalah langkah berikutnya yang perlu Anda lakukan, bukan?

Satu hal yang pasti, saat mencari pekerjaan baru kebanyakan fresh graduate dihadapkan pada dilema baru. Tidak selalu lowongan pekerjaan yang ada bisa sesuai dengan kriteria mereka. Lebih lanjut, bisa jadi malah bidang yang saat ini Anda tekuni hingga sarjana malah tidak lagi memberikan kenyamanan dan minat untuk menyelaminya. Ya, jaman sekarang kita tidak lagi bisa memaksakan diri untuk tetap bertahan dengan kemampuan saat ini sedangkan tuntutan kebutuhan hidup semakin tinggi. Segala cara yang halal dan legal perlu kita tempuh supaya mampu bertahan hidup.

Lalu bagaimana tindakan selanjutnya? Tenang...Sebelum Anda membabi buta melihat-lihat lowongan pekerjaan di koran dan media beriklan lainnya ada baiknya Anda tenangkan pikiran sejenak, tarik napas panjang dan lakukan penilaian pada diri Anda sendiri. Pekerjaan atau profesi seperti apa yang sebenarnya Anda inginkan?

Sejumlah daftar pertanyaan berikut mungkin bisa membantu Anda melakukan penilaian ini:

Apakah Anda berminat untuk bekerja dengan kekhususan yang Anda ambil saat kuliah? Misalnya jika Anda kuliah di bidang akuntansi, apakah Anda memang berminat berkutat dengan segala bentuk angka, laporan keuangan, dan sistem akuntansi yang sesuai dengan pedoman PSAK yang berlaku sebagai seorang Akuntan?

Jika jawaban pertanyaan no.1 adalah iya, maka Anda tidak perlu repot untuk berusaha mengeksplorasi hal lain lebih lanjut. Seperti contoh di atas, Anda yang cocok dengan karir di bidang akuntansi dapat melanjutkan pencarian lowongan kerja di bank, perusahaan investasi, koperasi dan lain sebagainya. 

Bagaimana jika jawaban pertanyaan no.1 adalah tidak? Jika kondisinya seperti ini, Anda perlu berpikir lagi hal apa yang Anda senangi di luar kekhususan kuliah Anda selama ini? Anda yang ternyata senang dengan hal-hal berbau pemasaran produk misalnya, mungkin perlu memikirkan untuk banting setir ke arah ini. Hobi ataupun kegemaran informal Anda pun bisa jadi referensi pencarian bidang minat yang paling diinginkan.

Jika Anda masih belum yakin dengan hal yang sebenarnya Anda minati, Anda bisa menghubungi lembaga konseling ataupun pengembangan karir yang ada di kampus. Lembaga seperti ini dapat membantu Anda menjelaskan tentang info dunia kerja dan berbagai jenis pekerjaan yang ada di banyak perusahaan. Tersedia pula tes penempatan (placement test) yang memberikan referensi sebenarnya tentang kecocokan minat Anda. Bisa jadi hasil tes penempatan ini bukanlah suatu yang Anda duga sebelumnya, tapi siapa tahu sebenarnya itu adalah bakat terpendam yang Anda miliki.

Satu yang pasti dan ingin kita tekankan adalah mencari pekerjaan di mana pun Anda harus benar-benar memiliki gairah (passion). Dengan adanya gairah dan minat yang besar, saat Anda benar-benar terjun ke dalam pekerjaan yang diinginkan, pekerjaan tersebut tidaklah akan terasa sebagai beban untuk syarat mendapatkan gaji. Tidak ada namanya rasa malas di hari Minggu atau saat hari Senin menjelang.

Segala pekerjaan usahakan dikerjakan dengan senang hati dan niscaya Anda akan menikmatinya. Jika ini ternyata berhasil Anda lakukan, kesuksesan tinggal menunggu waktu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar